Christian, Student, Exchange = ICS

Selama perjalanan hidupku sebagai mahasiswa pertukaran di Bangkok, aku terlepas dari rutinitas kelompok tumbuh bersama yang sering kami lakukan setiap kamis malam. Tidak ada lagi ribut ribut di grup line tentang jam kumpul ataupun menggelisahkan teman KTB yang datang terlambat.

Akupun ikut persekutuan bersama dengan International Fellowship of Evangelical Student (IFES) Thailand. Nama kelompok kami adalah International Christian Society (ICS) Chula. Kami selalu mengusahakan kumpul bersama setiap rabu pukul 4 sore untuk belajar firman Allah. Ada banyak teman yang tertarik. Meski demikian yang rutin hadir adalah teman saya Cat (Thailand), Dui (Thailand), Merrit (USA), David (Germany), dan Meredith (USA).

Setiap kami belajar, saya sangat kagum dengan semangat Merrit. Dengan logat khas Carolinanya, ia selalu berkomentar sana sini. Banyak omelannya yang mengkritik dan memperjelas suatu komentar. Meski demikian, ia sangat baik, berpikiran terbuka, dan sangat antusias berbicara dengan orang asing.

Dui adalah teman sekelas saya di Chula. Nama lengkapnya Panit Sumonsatein dan ia asli Thailand. Ia tampak pendiam dan berpenampilan asal asalan. Kemana mana, ia tak pernah tampil parlente. Selama lima bulan lebih aku di Bangkok, tak pernah sekalipun aku melihat rambutnya disisir. Padahal rambut gelombangnya sudah nyembul kesana kemari. Ia hanya sesekali menyisirkan jari menggeser poni yang menutupi matanya.

Cat adalah teman Thailand saya yang lain. Nama lengkapnya adalah Warissara Tangyotkhajorn. Ia adalah seorang yang sangat tertarik pada kekristenan. Ia pernah belajar di Fisika di Scotland dan kini melanjut Master di Jurusan Mesin di Chula. Ia tak jarang ia menceritakan pergumulannya tentang membegikan injil. Selama di Scotland, ia selalu membagikan firman Tuhan pada salah satu temannya.

Bersama Johnny, imigran dari Carrickfergus, Irlandia Utara, kami banyak belajar banyak hal tentang kekristenan. Johny adalah orang yang terbuka. Ia sangat bersemangat ketika mengajarkan firman Tuhan. Ia juga sangat antusias ketika berbicara tentang traveling, apalagi tentang Indonesia. Ia pernah berkunjung ke Indonesia dan sangat kagum dengan berbagai kebudayaan serta nasi goreng dan makanan khas lain yang selalu menggodanya.

Terkadang aku merasa kurang mengerti akan topik yang sedang kami bahas. Itulah pertama kali aku terjun dalam diskusi kekristenan bersama orang asing. Sangat banyak istilah yang tidak saya mengerti. Rasanya, hmmmm. Cukuplah bikin kepalaku dikelilingin tujuh bintang kecil.

For the sake of friendship, beberapa kali aku ngabisin duit bersama orang orang ini. Pernah makan malam bareng di restoran mahal. Sekalinya ngabisin 500 baht (sekitar 200 ribu). pernah juga makan dessert di restoran mahal juga. Disini juga ngabisin sampe 500 baht cuma beli eskrim dan ngeteh. Pas perpisahan pun kami makan mahal di restoran. habis juga sekitar 450 cuma buat sepiring makan siang. Padahal sehari hari cuma makan 5o baht sekali makan. eskrim Mc Donald pun cuma 9 baht.

Sehabis makan bareng mereka, aku selalu merana di kamar. Duit rasanya beterbangan bersama mereka. Esoknya saya pun harus rela makan roti bantal isi keju. harganya cuma 15 baht. Ditambah sebotol susu 20 baht, cukuplah mengganjal perut sebelum kelas pagi.

Meski demikian, aku sangat menikmati berbagi cerita, berdiskusi dan belajar firman bersama dengan orang orang ini. Perjalanan kelompok kecil kami selama lima bulan rasanya sangat cepat. ada banyak kisah yang ingin kujalani lagi bersama mereka. Ada banyak cerita yang ingin ku dengarkan lagi dari mereka. Dan saya bersyukur kami pernah diikat oleh kasih kekristenan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s