Kemarin baru saja selesai seminar proposal. Banyak sekali revisi yang harus saya kerjakan segera. selain itu masih harus bergulat dengan tugas tugas dan berjuang mencari bahan bahan TA.

Sempat juga disinggung dosen pembimbing tentang kesibukan kuliah yang akan sangat mempengaruhi proyek TA ku. Aku sendiri merasa banyak sekali tantangan yang akan kuhadapi.

Ada 21 sks mata kuliah yang kuambil semester ini. Totalnya adalah 7 mata kuliah. TA berbarengan dengan Kerja Praktek yang saat ini masih belum jelas juga dengan pengujian ECT terakhirnya. Selain itu ada lima mata kuliah yang harus kuhadiri, ditambah dengan kuliah bahasa mandarin 16 pertemuan dan kelas IELTS Online. Pekerjaan terakhir sebagai redaktur pun tak boleh kulupakan.

Senin kemaren aku bahkan sampai kelupaan satu kelas. Sangat disayangkan memang.  aku merasa semester ini merupakan semester terberat. Kadang aku ingin menyerah. ingin drop mata kuliah atau mengurangi hal hal kelas kelas yang lain.

Di sisi lain, aku juga berpikir, semua kegiatan yang kuambil memiliki substansi penting dan tak ada satupun yang sia sia. Bahasa mandarin adalah bahasa yang paling aku sukai. kapan lagi aku dapat akses kelas gratis selama 16 pertemuan? kalau ikut kursus diluar harus bayar jutaan.

Kelas IELTS sangat penting untuk persiapan beasiswa S2. Bisa dibilang sangat urgent untuk harus ikut kelas semester ini. dan terakhir, beban kulaih 21 SKS yang benar benar harus ku kejar untuk meningkatkan IPK.

Memang sangat berat, tapi bukan mahasiswa namanya jika hanya duduk santai dan tidak bekerja keras. Aku sudah jatuh bangun mengikuti perkuliahan di luar negeri. bersaing dengan orang orang yang ternyata jauh lebih pintar dariku baik segi akademik, softskill, manajement, dan sosialisasi.

Hari ini, bersaat teduh mengantarkanku pada pengalaman hidup Paulus. Tak perlu mengingat ingat apa yang sudah dilewati di belakang. baik kesuksesan maupun kegagalan. Yang perlu adalah fokus pada tujuan hidup didepan yang sudah Allah siapkan. Ia telah merancang segalanya.

Biarlah hari ini aku berjuang. Jatuh, terluka, maupun berdarah darah tak masalah bagiku. Asal, diakhirnya nanti, aku bisa mencapai tujuan yang telah Allah siapkan bagiku.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s